Berita  

Kontra Memori Banding Sunarto Bongkar Peran Aktor Intelektual

(Ket. Ist Foto: Masjid Agung Karanganyar, Jateng)

Karanganyar, NASIONALNEWS.CO.ID – Perkara dugaan korupsi pembangunan Masjid Agung Karanganyar kian memanas. Tim penasihat hukum terdakwa Sunarto resmi mengajukan kontra memori banding, sekaligus membuka fakta mengejutkan terkait dugaan keterlibatan mantan Bupati Karanganyar.

Langkah ini diambil setelah Jaksa Penuntut Umum (JPU) lebih dulu mengajukan memori banding pada 26 Maret 2026. Tanpa menunggu lama, tim hukum Sunarto langsung merespons sehari kemudian.
“Pada 27 Maret 2026 kami ajukan kontra memori banding, setelah menerima memori dari jaksa,” tegas penasihat hukum Sunarto, Kenthut Wahyuni, Senin (6/4/2026). Dikutip dari Jatengnews.id  

Namun bukan sekadar formalitas hukum, kontra banding ini justru mengungkap hal krusial yang sebelumnya mencuat di persidangan: dugaan aliran dana kepada mantan bupati.

Dalam dokumen kontra memori banding, tim hukum menegaskan bahwa fakta persidangan telah menyebut adanya penerimaan uang oleh mantan kepala daerah dari pihak kontraktor proyek pembangunan masjid.

“Dalam persidangan terungkap mantan bupati menerima uang dari kontraktor. Ini kami tegaskan kembali dalam kontra memori banding,” ungkap Kenthut.

Tak berhenti di situ, sosok mantan bupati tersebut juga disebut-sebut memiliki peran sebagai aktor intelektual dalam perkara yang merugikan keuangan negara tersebut. Dugaan ini memperkuat indikasi bahwa kasus tidak berdiri sendiri, melainkan melibatkan jaringan kekuasaan dan kepentingan.

Selain aliran dana, tim hukum juga menyoroti praktik ijon proyek yang diduga terjadi sejak awal proses pembangunan. Skema ini dinilai membuka ruang terjadinya praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) secara sistematis.

Kenthut menegaskan, pihaknya tidak ingin fakta-fakta penting ini diabaikan di tingkat banding.

“Kami berharap majelis hakim melihat perkara ini secara utuh, tidak sepotong-potong. Semua fakta persidangan harus jadi pertimbangan,” tegasnya.

Kasus ini kini memasuki babak baru di tingkat banding. Publik pun menanti, apakah dugaan keterlibatan aktor besar di balik proyek Masjid Agung Karanganyar akan benar-benar diungkap secara terang benderang, atau kembali menguap tanpa kejelasan.

(**)