Depok.Nasionalnews.co.id Bila kita terjun dalam dunia politik dan duduk sebagai anggota dewan tugas kita mengabdi untuk kepentingan rakyat. Kita harus memberikan kesejahteraan, melindungi dan memberikan yang terbaik pada rakyat.
Nah, Caleg yang terpilih nanti harus siap mengabdi pada rakyat, mewakafkan dirinya seutuhnya kepada rakyat.
“Masih banyak hak-hak masyarakat yang terabaikan khususnya masyarakat sipil. Jadi kalau kita ingin mengabdi kepada rakyat, kita harus memperhatikan kebutuhan rakyat seutuhnya melalui saluran Partai politik. Beda dengan perusahaan, bisa membantu hanya terbatas perusahaan itu saja. Tapi kalau masuk melalui partai politik kita bisa mengalokasikan kepentingan itu pada rakyat dan itu yang harus dipahami betul sebagai anggota dewan. Jangan menjadi anggota dewan hanya mementingan pribadi, atau golongan saja tidak maubtun ke masyatakat kasihankan,”tegasnya.
Rakyat kita itu 7% adalah pengangguran, di tambah lagi para pekerja kita yang berbondong-bondong mencari pekerjaan di luar negeri.
“Kalau saya di beri kepercayaan saya akan mewujudkan semuanya itu kepentingan dan kesejahteraan rakyat. Dan Mengapa saya memilih Partai Buruh, visinya jelas, mau meratakan pendapatan untuk kesejahteraan masyarakat,”tegasnya.
Diharapkan Pemerataan tersebut yang pro rakyat diantaranya, adanya jaminan sosial, kesehatan, pendidikan, pendistribusian kekayaan alam buat petani, nelayan, buruh. Harga pupuk murah buat para petani, subsidi solar buat nelayan. Saya ingin fokus sesuai dengan ilmu yang saya punya.
Partai Buruh hanya mengurusi masyarakat kelas menengah ke bawah, itulah yang menjadi motivasi saya Kenapa masuk ke Partai Buruh. Selain itu Partai Buruh tidak disandera oleh masa lalu seperti yang saat ini, saling menghujat, menohok dan menjatuhkan satu dengan yang lainnya.
“Saya tidak ingin lah seperti itu nanti kalau saya seperti itu motivasi saya yang saya harapkan tidak bisa tercapai. Saat ini, belum jadi anggota dewan saja kita sudah memperjuangkan kepentingan rakyat, kemajuan dan kesejahteraan buruh, nelayan, petani dan itu bukan hal yang mudah di situasi yang seperti ini. Partai Buruh adalah partai kelas pekerja, mengurusi masyarakat kelas menengah ke bawah,”ucapnya
Keberpihakan kepada rakyat tentunya yang kita perjuangkan, bukan per-individu yang di perjuangkan, tapi rakyat atau masyarakat secara keseluruhan. Jadi kontrak politik saya terhadap rakyat atau masyarakat secara keseluruhan,”tambahnya.
Masih kata Wisnu, SDM kita masih kurang masih banyak hanya selevel SMP, mau bekerja di mana hanya selevel SMP, bagaimana mau mendapatkan upah yang layak, maka bisanya hanya jadi buruh. Jadi kondisi SDM harus di tingkatkan, mudah-mudahan ilmu yang saya miliki bisa saya kontribusikan untuk mensejahterakan masyarakat.
“Sejahtera itu bukan di lihat hanya dari segi pendapatan saja tapi juga kesehatannya, pendidikan, sandang pangan, tempat tinggal yang layak, penghasilan yang memadai. Lalu jumlah masyarakat atau daerah yang berdampak stunting diturunkan dimana ibu hamil dikasih vitamin, makanan yang bergizi cukup biar bayinya sehat.”tambahnya.
Masalah pendidikan masih banyak anak-anak lulusan SMP dan SMA ijazahnya ditahan, ini kan tidak boleh terjadi. Pemerintah sudah mengalokasikan dana sebesar-besarnya untuk pendidikan ada yang bisa mendapatkan KIP, dana Bos jadi tidak boleh ijazah mereka di tahan.
“Wajib belajar itu sampai level SMA, tapi kalau ijazahnya ditahan karena dia tidak sanggup membayar bukan berarti ijazahnya di tahan kasihankan mereka tidak bisa mencari pekerjaan. Saya sudah menghimbau kepada kepala-kepala SMK, SMA, anda itu tidak boleh menahan ijazah seseorang walaupun dia tidak bisa membayar karena negara itu sudah menjamin, sekolah itu bukan waralaba yang mencari keuntungan semata,”tegasnya lagi.
Inilah tugas partai buruh bila kelak duduk di parlemen, untuk mengawal dan mengalokasikan anggaran sebesar-besarnya supaya pengajuan KIP 200 yah diterima 200 juga, nah, itu tugas anggota dewan nanti. Jadi untuk menjadi anggota dewan juga harus mengetahui ilmunya, jangan tidak mau turun ke bawah atau ke masyarakat.
Harapan kedepan dari partai buruh yang jelas, kalau partai buruh itu tidak hanya mengurusi buruh pabrik saja jadi yang namanya partai buruh konstituennya itu ada petani, nelayan di desa dan di kota ada juga Ojo.
Partai buruh memperjuangkan rakyat kecil. Buruh sekarang demo ribuan orang atau puluhan ribu orang namun bila tidak ada perwakilan di parlemen kan juga percuma buat apa teriak-teriak saja bikin macet dan itu kesalahan, karena kita tidak ada di parlemen, rakyat harus cerdas dan paham kenapa harus pilih partai buruh. Pertama konstituennya adalah masyarakat pekerja, bekerja di desa di kota, petani, nelayan, ojol, buruh. Untuk memperjuangkan itu semua harus ada wakil yang bisa memperjuangkan di parlemen. Kedua buruh, ojol kalau sudah tua dan pensiun dia tidak akan dapat apa-apa dan untuk ngojek juga tidak bisa, hak-hak mereka harus kita perjuangkan.
Pemerintah harus memperhatikan dan memprioritaskan rakyatnya, negara harus hadir di tengah-tengah rakyat yang membutuhkannya, siapapun pemerintahnya yang memimpin di Republik ini negara ini harus hadir, jadi itulah hidup di negara Pancasila itu keadilan sosial, kesejahteraan untuk rakyat harus benar-benar di wujutkan.
Di penghujung dia menyampaikan, “Saya sudah tidak muda lagi saya berharap bisa mendedikasikan ilmu saya untuk kepentingan masyarakat, yang jelas dalam memilih anggota dewan itu harus cerdas jangan hanya dikasih uang Rp100 ribu lalu pindah ke lain hati, lalu lihat juga backgroundnya caleg yang akan kita pilih, lalu latar belakangnya. Jadi kalau ada hal-hal yang dibutuhkan tidak perlu lagi turun-turun ke jalan sudah ada yang duduk di parlemen. Makanya, siapa yang kenal saya dukung lah saya dari Partai Buruh, Coblos Nama saya Wisnu Aji, Nomor. Urut 1, daerah pemilihan Bekasi- Depok.”tutup Wisnu. (SL)












