Berita  

Prof. DR. KH. Asep Saffudin Chalim M.Ag Nama Kiai As’ad Said Ali Bisa Menjadi Alternatif Yang Mengakomodasi Irisan Kalangan Nahdliyin

Jakarta – Dukungan terus mengalir dalam deklarasi dari masyarakat yang sudah mendekalrasikan dari Papua, NTT, tentu ini akan terus mengalir di setiap daerah – daerah. Dan beberapa spanduk-spanduk juga terbentang dibeberapa daerah Calon Presiden 2024 yaitu KH As’ad Said Ali. Muncul dukungan deklarasi untuk mencari sosok figur alternatif calon Presiden 2024 sosok yang tepat untuk memimpin bangsa indonesia kedepan ialah KH. As’ad Said Ali yang layak untuk memimpin bangsa Indonesia.

Adakah tokoh Indonesia yang memiliki kecerdasan intelijen sekaligus ketokohan sebagai bapak bangsa yang mampu mengayomi anak-anaknya, pantas jadi pucuk pimpinan negara? Seorang tokoh Telik Sandi yang tidak menonjolkan diri seperti halnya karakter intelijen. Tidak akan mengajukan diri jika tidak diminta dengan tulus dan sungguh-sungguh.

Dari beberapa tokoh ada satu yang menarik yaitu KH Asad Said Ali, mantan Wakil Ketua Badan Intelijen Negara (BIN), seorang itelijen berlatar belakang santri. Ia mendapat penugasan banyak di luar negeri terutama Asia dan Timur Tengah.

Memiliki karakter sesuai tuntutan profesinya, tidak menonjolkan diri, tenang, cerdas, tegas, cermat, tepat waktu, teliti, akurat, mempertimbangkan banyak aspek, mampu memandang proyeksi jauh kedepan.

Belakangan ini setiap pemilihan puncuk pimpinan baru negara Indonesia kerap timbul ancaman perpecahan yang intensitasnya terus meningkat. Tesa kerap berhadap-hadapan dengan Antitesa. Energi terkuras hanya untuk berseteru dua kutub arus positif dan negatif. Mesti tiba saatnya Amukti Palapa, muncul arus netral (grounding) yakni Sintesa yang mensinergikan kekuatan Tesa dan Antitesa menjadi paduan kekuatan baru yang lebih dahsyat.

KH Asad Said Ali mampu menjaga irama langkah tidak pernah terlihat berbenturan dengan kelompok Tesa maupun Antitesa. Malah seperti menjadi bapak dan tempat berbagai kelompok sebagai anak meminta nasihat. Bisa jadi dialah Sang Sintesa.

Kiprah Dr KH As’ad Said Ali menjalani profesi sebagai seorang intelijen negara selama puluhan tahun sepenuhnya wujud bhakti kepada bangsa dan negara, hingga purna tugas sebagai Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) pada tahun 2011.

As’ad Said Ali mengemban jabatan Wakil Kepala BIN selama hampir 11 tahun (2000-2011), dari era Presiden Gus Dur, Presiden Megawati Soekarnoputri, hingga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ia bergabung di BIN tidak lama setelah menyelesaikan kuliahnya di Hubungan Internasional UGM. Ia pernah penugasan lama di Timur Tengah seperti Arab Saudi, Yordan, Lebanon, Syuriah, Amerika Serikat dan Eropa.

Tak hanya menyelesaikan dengan paripurna setiap misi intelijen di dalam negeri dan di berbagai belahan dunia, gagasan dan kiprahnya As’ad Said Ali juga telah berhasil membangun reputasi BIN di lembaga intelijen antar negara dan di forum-forum intelijen dunia. Sebagai insan intelijen, ia dikenal sangat menjaga marwah BIN sebagai alat negara untuk menjaga keamananan dan kedaulatan negara dari setiap potensi ancaman.

Tidak hanya dikenal sebagai tokoh intelijen dunia yang pernah bertugas di berbagai benua, Dr KH As’ad Said Ali juga mengabdikan dirinya di ormas keagamaan terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU). Ia menjabat Wakil Ketua Umum PBNU Periode 2010-2015. Saat ini, ulama kharismatik kelahiran Kudus, Jawa Tengah, 19 Desember 1949 menjabat Mustasyar PBNU Periode 2022-2027.

As’ad Said Ali yang pernah nyantri di Pondok Pesantren Al Munawwir Krapyak Yogyakarta juga dikenal sebagai tokoh dan penggerak kader NU. Ia adalah penggagas dan pendiri Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU), yang hingga saat ini PKPNU sudah ada di lebih 11 ribu titik. Ia telah banyak melakukan kaderisasi fundamental NU di level bawah melalui PKPNU. Alumnus PKPNU tercatat banyak tersebar di seluruh penjuru negeri dan dunia.

Karena ketokohannya di NU, pada Muktamar ke-34 NU tahun 2021 lalu, KH As’ad Said Ali banyak diminta oleh warga nahdiyin dan tokoh NU untuk bersedia dicalonkan sebagai Ketua Umum PBNU.

Sosoknya sebagai tokoh intelijen yang disegani dunia berlatar belakang santri, menjadi daya tarik dan nilai tersendiri. Berbekal pendidikan pondok pesantren, sarjana hubungan internasional, dan kemampuan menguasai bahasa asing serta memahami geopolitik, As’ad Said Ali berhasil menterjemahkan tujuan dan kerja intelijen dalam prespektif Al Quran. Ia menyampaikan bahwa ilmu-ilmu tentang intelijen itu sudah ada di dalam Al-Quran.

Dikutip dari jombang.nu.or.id, seperti halnya sejarah Nabi Sulaiman yang memerintahkan burung hud-hud untuk menyelidiki Ratu Balqis di kerajaan Saba. Karena itulah, burung hud-hud menjadi salah satu hewan yang dimuliakan karena jasanya yang begitu besar.

As’ad Ali menceritakan bahwa dirinya adalah seorang santri. Namun, kemudian masuk di lingkungan baru yaitu di dunia intelijen. Ia mengungkapkan, malam Jumat menjadi rutinitasnya untuk membaca surat-surat Al-Quran. Dalam Al-Quran tersebutlah terdapat ilmu-ilmu tentang intelijen.

“Bapak saya ngasih ijazah untuk membaca Yasin, As-Sajdah dan Al-Waqiah. Setelah itu saya tambahi sendiri, ijazah An-Naml sama Al-Fatir. Dua surat ini memiliki ilmu-ilmu tentang intelijen,” katanya. Dikutip dari asiasatu.com

KH. As’ad Said Ali saat konfirmasi rekan media Selasa (18/4/2023). tentang munculnya deklarasi di beberapa daerah terkait pencapresan As’ad Said Ali,  beliau “Menyatakan lebih siap maju sebagai wakil Presiden pada pilpres 2024”, tegas tokoh bangsa dan juga pernah menjabat mantan Waka-Bin.

DI TEMPAT TERPISAH

Prof. DR. KH. Asep Saffudin Chalim M.Ag sebagai sahabat secara lugas mendorong dan mendukung KH As’ad Said Ali menjadi calon wakil presiden dari kalangan Nahdliyin jika KH. As’ad sudah siap.

Menurutnya, kiai As’ad Said Ali memiliki segudang pengalaman yang luas baik di NU maupun di luar jam’iyah tersebut termasuk dalam dunia inteljen.

“Saya kenal dekat dengan beliau, pengalaman dan kapasitas beliau serta integritas yang tidak bisa diragukan akan sangat bermanfaat bagi negata Indonesis jika beliau nanti terpilih menjadi wakil Presiden pada pilpres 2024,” kata KH. Asep, saat dikonfirmasi Selasa (18/4/23). 

Menurut kiai Asep Saiffudin Chalim, KH. As’ad Said Ali yang juga pernah menjabat sebagai wakil ketua Umum PBNU Beliau paham persoalan warga Nahdliyyin di akar rumput. Dan KH.  As’ad Said Ali adalah tokoh NU yang sudah selesai dengan dirinya sendiri, sehingga bisa bila nanti bisa terpilih menjadi wakil presiden mampu membantu presiden untuk berkhidmat kepada kepada negara dan bangsa sepenuhnya.

Nama KH As’ad Said Ali diyakini akan banyak mengubah dinamika  calon wakil presiden dari kalangan nahdliyin di tengah dinamika pilpres 2024. Nama Kiai As’ad Said Ali bisa menjadi alternatif yang mengakomodasi irisan kalangan Nahdliyin.

“Kiai As’ad juga akan mampu mendampingi presiden terpilih 2024 untuk melanjutkan program pembangunan yang telah dijalanlan oleh presiden Joko Widodo,” pungkas KH. Asep. (Red 01)