Berita  

Tema Kongres Pergunu ke III : “Guru Mulia Membangun Peradaban Bangsa”

Jakarta, Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) akan menggelar Kongres III pada 27-29 Mei 2022 bertepatan 28-30 Syawal 1443 H di Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto, Jawa Timur. Kegiatan ini mengusung tema ‘Guru Mulia Membangun Peradaban Dunia’.

Dilansir dari NU online, Senin, 23/5/22, bahwa agenda Kongres bukan hanya memilih ketua umum baru dan kepengurusannya, melainkan juga ada pembahasan penting untuk internal maupun eksternal. Setidaknya, ada dua isu penting yang akan menjadi pembahasan utama dalam Kongres III Pergunu.

Pertama, Program Merdeka Belajar. Menurutnya, hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi Pergunu mengingat guru-guru NU harus mampu beradaptasi sekaligus menerapkan dengan baik kebijakan tersebut.

Program Merdeka Belajar mensyaratkan ekosistem pendidikan berbasis teknologi yang tidak sekadar membuat sistem pendidikan tidak ketinggalan zaman, tetapi ditujukan supaya mendorong munculnya kreativitas, inovasi, dan karakter penggerak bagi pendidik.

“Penggunaan data dan inovasi teknologi juga sebagai acuan kebijakan dan pola pembelajaran program Merdeka Belajar yang membuat guru-guru NU juga harus beradaptasi dengan kemajuan teknologi,” kata Ketua Panitia Pelaksana Kongres Ketiga Pergunu, Saepulloh  Kamis, 19/5/22.

Dengan perubahan-perubahan tersebut, lanjutnya, Pergunu harus mempunyai strategi agar dapat membekali guru-guru NU memiliki pendidikan yang berkualitas sehingga diharapkan dapat mewujudkan peserta didik yang kreatif dan berpikir kritis.

“Bukan saja kemampuan untuk meraih peluang memperoleh pekerjaan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, sehingga ke depan bisa terwujud Indonesia yang maju, adil, dan makmur,” jelas Saepulloh.

Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa teknologi tetap tidak dapat menggantikan peran guru dalam proses pembentukan karakter peserta didik.

Sementara, isu kedua adalah bagaimana upaya Pergunu mewujudkan bangsa Indonesia yang maju, adil, dan makmur dari sisi pendidikan. Harapannya, kata Saepulloh, Pergunu bisa melahirkan lembaga-lembaga pendidikan yang bertanggung jawab, sehingga melahirkan generasi yang unggul yang mampu mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan makmur.

Dalam hal ini, salah satu yang dilakukan oleh Pergunu adalah menguatkan paham Ahlussunnah Wal Jamaah an-Nahdliyah dengan membuat gerakan Guru Pemersatu Bangsa di kalangan guru-guru sekolah umum. (Red 01)