Berita  

HUT ke-81 RI, Andi Nirwana: Perempuan Berdaya, Generasi Kuat, Indonesia Maju

JAKARTA, NASIONALNEWS.CO.ID – Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum bagi seluruh elemen bangsa untuk tidak sekadar mengenang jasa para pahlawan, tetapi juga memastikan kemerdekaan benar-benar menghadirkan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat.

Pesan tersebut disampaikan Hj. Andi Nirwana Sebbu, mantan Anggota DPD RI periode 2019–2024 dari daerah pemilihan Sulawesi Tenggara, dalam refleksinya menyambut peringatan Kemerdekaan RI tahun ini. Andi Nirwana tercatat pernah duduk sebagai senator Sulawesi Tenggara setelah terpilih pada Pemilu 2019.

Menurut Andi Nirwana, kemerdekaan merupakan anugerah besar yang harus disyukuri sekaligus dijaga dengan tanggung jawab bersama.

“HUT ke-81 ini adalah momentum bersyukur atas nikmat kemerdekaan yang diperjuangkan dengan darah dan air mata para pahlawan.” ujar Andi Nirwana Sebbu, Rabu (13/8/26)

Sebagai tokoh masyarakat dan perempuan yang pernah mengemban amanah di lembaga negara, ia menilai kemerdekaan tidak boleh berhenti pada upacara, pengibaran bendera maupun berbagai perlombaan. Semangat kemerdekaan harus diwujudkan melalui kepedulian nyata terhadap masyarakat, terutama kaum dhuafa, perempuan dan kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian.
Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur
Mengulas tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, Andi Nirwana menilai tema tersebut sangat relevan dengan kondisi bangsa saat ini.

Menurutnya, kedaulatan harus diwujudkan dengan membangun kemandirian pangan, energi dan ekonomi. Sementara keadilan harus terlihat dari pemerataan pembangunan antara pusat dan daerah serta antara wilayah perkotaan dan pedesaan.

“Makmur artinya kesejahteraan harus dirasakan sampai ke lapisan paling bawah,” tegasnya.

Ia mendorong adanya kolaborasi antara pemerintah, tokoh masyarakat dan seluruh warga. Masyarakat, katanya, juga dapat berkontribusi melalui langkah sederhana seperti mencintai produk lokal, menolak korupsi dan peduli terhadap warga di lingkungan sekitar.

Perpecahan, Kemiskinan dan Krisis Karakter
Andi Nirwana melihat terdapat tiga tantangan besar yang harus dihadapi bangsa Indonesia, yakni perpecahan, kemiskinan dan krisis karakter.

Perkembangan media sosial, menurutnya, harus disikapi secara bijak karena hoaks dan ujaran kebencian dapat dengan mudah memicu konflik serta memecah persatuan.
Di sisi lain, kesenjangan ekonomi juga masih menjadi persoalan yang membutuhkan perhatian bersama. Namun yang tidak kalah penting adalah membangun karakter generasi muda.

“Kalau generasi muda kehilangan jati diri dan semangat juang, maka kemerdekaan hanya menjadi kata,” ujarnya.

Pesan Tegas untuk Generasi Muda
Kepada generasi muda, Andi Nirwana menyampaikan pesan agar kemerdekaan diisi dengan prestasi dan kegiatan yang memberikan manfaat bagi bangsa.

“Merdeka itu bukan bebas berbuat semaunya, tapi bebas berprestasi untuk bangsa.”

Ia memperkenalkan konsep 3S, yakni Sekolah yang sungguh-sungguh, Skill yang diasah, dan Social yang bermanfaat.

Generasi muda juga diminta menjadi pribadi produktif, mencintai produk dalam negeri serta aktif dalam kegiatan sosial.

“Jangan mau dijajah oleh gadget dan malas,” pesannya.

Perempuan Berdaya, Bangsa Semakin Kuat
Sebagai sosok perempuan yang pernah aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan, Andi Nirwana memberikan perhatian khusus terhadap peran perempuan.

Ia menilai perempuan memiliki posisi strategis, baik sebagai ibu dan pendidik pertama dalam keluarga maupun sebagai penggerak pembangunan di ruang publik.
Perempuan dapat mengambil peran dalam berbagai bidang, mulai dari UMKM, pendidikan, kesehatan hingga politik.

“Perempuan yang berdaya akan melahirkan keluarga yang kuat, dan keluarga yang kuat akan melahirkan bangsa yang kuat,” katanya.

Riwayat pengabdian Andi Nirwana sendiri mencakup berbagai aktivitas sosial dan kemasyarakatan, termasuk pernah memimpin PMI Kabupaten Bombana serta terlibat dalam pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Pemerintah Harus Hadir untuk Rakyat Kecil
Memasuki usia 81 tahun kemerdekaan, Andi Nirwana berharap pemerintah semakin hadir dan berpihak kepada masyarakat kecil.

Ia mendorong penguatan layanan kesehatan, pendidikan gratis yang berkualitas, penciptaan lapangan kerja serta pengendalian harga kebutuhan pokok.

Sementara masyarakat, menurutnya, memiliki peran penting dalam menjaga persatuan dengan cara sederhana: menjaga lisan, menolak hoaks, menghargai perbedaan suku dan agama, aktif dalam kegiatan lingkungan serta mengutamakan musyawarah.

“Persatuan dimulai dari tetangga sebelah rumah,” ujarnya.

Jadikan Agustus sebagai Bulan Kepedulian
Andi Nirwana juga mengajak masyarakat mengubah cara memaknai perayaan kemerdekaan.

Menurutnya, 17 Agustus jangan hanya identik dengan upacara dan perlombaan. Momentum tersebut harus menjadi kesempatan untuk memperkuat kepedulian sosial.

Ia mengusulkan gerakan “Agustus Peduli”, dengan kegiatan seperti santunan anak yatim, bedah rumah, pasar murah, pemeriksaan kesehatan gratis dan gerakan berbagi sembako.

“Momentum kemerdekaan harus menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Kemerdekaan sejati adalah ketika tidak ada lagi rakyat kita yang merasa terjajah oleh kemiskinan,” tegasnya.

Doa untuk Indonesia Menutup refleksinya, Hj. Andi Nirwana Sebbu menyampaikan doa agar Indonesia semakin kuat, bersatu dan sejahtera.

“Ya Allah, berkahi negeri kami Indonesia. Jadikan negeri ini baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. Kuatkan persatuan kami, cukupkan rezeki kami, lindungi para pemimpin kami dari khianat, dan jadikan generasi kami generasi Qurani yang membanggakan.”

(Bud)