Opini  

Evolusi Peradaban Manusia  Menuju Era Baru 

Jakarta, Nasionalnews.co.id  – Alam semesta terus berevolusi entah kapan menuju titik akhirnya. Demikian juga bentuk peradaban  manusia juga terus berevolusi seperti alam semesta. Lantas kapan peradaban manusia mulai berevolusi dan kapan menemukan titik idealnya yaitu “era baru” berikut proses evolusi peradaban manusia: 

Pertama,  Peradaban 1.0 (Era Berburu). Manusia modern atau homo sapien diperkirakan muncul sekitar 70.000 – 100.000 tahun yang lalu. Mereka mengalami revolusi kognitif yang membuat mereka mampu membangun peradaban dan membentuk sebuah masyarakat.

Pada awal kemunculannya manusia berkumpul dan bekerja sama dalam satu grup untuk mempertahankan diri dan mencari makanan. Mereka menghabiskan waktu untuk berburu dan berpindah-pindah ke tempat.

Pada masa itu manusia mulai mampu membuat peralatan sederhana dan menggunakan kekuatan alam yaitu api untuk memasak dan mengusir predator. Hal ini membuat mereka mampu bertahan hidup di alam liar dan memasak makanan berperan besar dalam perkembangan kognitif manusia.

Kedua, Peradaban 2.0 (Era Pertanian). Pada tahun 9.000-10.000 tahun yang lalu manusia mulai menggunakan tanah untuk menumbuhkan makanan dan mendomestikasi hewan liar untuk kepentingan manusia. Inilah yang disebut revolusi agrikultur.

Revolusi ini terjadi di beberapa tempat di dunia seperti di Timur Tengah dan Tiongkok. Berkat revolusi agrikultur ini manusia tidak perlu menghabiskan waktu untuk berburu dan berpindah tempat, pada masa ini manusia mulai menetap di satu tempat dan membangun sebuah peradaban dan masyarakat yang lebih kompleks.

Manusia tidak perlu khawatir soal pangan sehingga manusia dapat fokus ke hal-hal lain seperti ilmu pengetahuan. Dari situ kerajaan-kerajaan bermunculan, tulisan diperkenalkan, kota-kota besar berdiri, dan populasi manusia semakin besar serta sistem sosial yang lebih rumit sebagai konsekuensinya.

Ketiga, Peradaban 3.0 (Era Industri). Populasi manusia semakin membengkak dan kebutuhan pangan, sandang dll semakin membengkak sementara kemampuan manusia untuk memproduksinya masih terbatas.

Revolusi industri yang terjadi di Inggris akhir abad ke-18 menjadi jawabannya. Dengan adanya revolusi industri produksi kebutuhan barang dan jasa semakin besar sehingga ekonomi semakin berkembang, kota-kota dengan industri yang maju semakin ramai dengan pendatang menciptakan urbanisasi dalam skala besar.

Manusia yang tadinya bercocok tanam dan beternak hewan sekarang bekerja di pabrik-pabrik dengan sistem upah. Kapitalisme menjadi akar dari kemajuan zaman, kemajuan teknologi dan kemajuan ekonomi sekaligus menjadi faktor besar kesenjangan masyarakat dan kerusakan lingkungan.

Keempat, peradaban 4.0 (Informasi). Dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin berkembang, manusia memasuki era dimana aliran informasi dan data begitu cepat. Jarak ruang dan waktu semakin hilang. Komunikasi dan koneksi antar manusia menjadi semakin mudah dan intens.

Semua data yang dulunya berbasis fisik sekarang berbasis digital dan dapat diakses oleh siapa saja dan kapan saja. Kemudahan mengakses data dan informasi ini menjadikan segala sesuatu lebih transparan seperti kegiatan pemerintahan dan privasi diri.

Ekonomi pun bergeser menuju ekonomi digital di mana segala kegiatan saat ini berbasis internet dan komputer. Para pelaku industri sekarang berlomba-lomba untuk memodernisasi sistem produksi, distribusi, maupun pelayanannya dengan teknologi yang berbasis internet dan komputer.

Kelima, Peradaban 5.0 (Era Baru). Peradaban versi ke-5 ini akan mengintegrasikan ruang fisik dan ruang maya sehingga akan sangat mengandalkan kecanggihan teknologi informasi yang perkembangannya semakin pesat.

Semua hal akan semakin mudah dengan penggunaan artificial intelegence (AI) atau kecerdasan buatan yang akan membantu kita memproses data sehingga kita menerima hasil yang sudah jadi. Keterbatasan fisik kita akan dibantu dengan robot yang mudah dikendalikan dengan komputer dan internet.

Singkatnya semua hidup kita akan serba praktis dan otomatis. Visi ini juga dikatakan akan memberikan dampak positif terhadap ekonomi dan masalah-masalah sosial. 

Jika visi peradaban 5.0 ini terwujud maka dunia akan terlihat sangat berbeda dan yang kita lihat sekarang. Setiap perkembangan dalam sejarah manusia akan memberi dampak baik positif maupun negatif terhadap manusia sendiri dan terhadap alam sekitarnya. (Red 01)