Opini  

Guru Selebritas dan Trend Edutainment Dalam Pembelajaran Oleh : Khazim Mahrur, S.Pd.I

Nasionalnews.co.od, Cilacap – Istilah selebritas merupakan kata baku dari istilah selebritis yang tak asing terdengar di telinga kita. Istilah selebritas diartikan sebagai orang yang masyhur dan terkenal yang lazimnya disematkan kepada mereka yang terjun di dunia hiburan (entertainment), sebut saja para artis. Mereka (para selebritas) memiliki magnet atau daya tarik luar biasa bagi masyarakat luas. Daya tarik mereka bukan hanya sebatas performance fisik semata, melainkan juga sejumlah karakteristik yang melekat pada dirinya, seperti: kecerdasan, kepribadian, dan gaya hidupnya. Jadi, tidak mengherankan jika mereka memiliki sejumlah fans fanatik, sebut saja Rhoma Irama memiliki Fans of Rhoma and Soneta (Forsa), Iwan Fals memiliki fans yang terkumpul di organiasi OI dan masih banyak lagi. Fans menjadikan tokoh idolanya menjadi panutan. Fans merasa senang sekali jika melihat atau bertemu dengan tokoh idolanya. Sampai di sini muncul pertanyaan: apakah bisa seorang guru mampu berperan sebagai idola bagi peserta didiknya? Jawabnya tentu saja bisa.

Dalam konteks pendidikan muncul istilah guru selebritas. Guru selebritas yang dimaksud di sini ialah figur guru yang memiliki daya tarik luar biasa bagi peserta didiknya. Kehadirannya selalu dinanti peserta didiknya. Ia mampu menyuguhkan pembelajaran yang menyenangan. Ia mampu membuat peserta didiknya ketagihan dalam belajar. Guru selebritas mampu membuat dirinya sosok idola bagi peserta didiknya. Guru selebritas menghindari pembelajaran yang membelenggu yang membuat peserta didiknya ingin lari dari kelasnya. Meminjam istilah Paulo Freire, model pendidikan semacam ini sebagai pendidikan yang membebaskan. 

Untuk mengarah pada hal tersebut, Hamruni (2008 : 199-201) dalam penelitiannya memperkenalkan konsep belajar menyenangkan yang dikenal dengan istilah edutainment. Edutainment sendiri merupakan akronim dari education dan entertainment. Education artinya pendidikan, sedangkan entertainment artinya hiburan. Dilihat dari segi bahasa edutainment artinya pendidikan yang menyenangkan atau proses pembelajaran yang didesain dengan memadukan antara muatan pendidikan dan hiburan secara harmonis, sehingga aktivitas pembelajaran berlangsung dengan menyenangkan. Jadi, metode edutainment merupakan metode pembelajaran yang mengemas education ke dalam entertainment dengan memanfaatkan berbagai medium terutama teknologi (media hiburan) sebagai upaya menyajikan pembelajaran yang  sangat menyenangkan sehingga peserta didik mudah menangkap esensi materi pembelajaran tanpa menyadari bahwa mereka sedang belajar. 

Dalam mempaktekkan konsep edutainment dalam pembelajaran ini sebaiknya melihat pada materi pembelajaran. Sebab lain materi lain pula strategi yang digunakan. Ada banyak strategi belajar menyenangkan yang berbasis permainan atau hiburan sebagaimana dikutip dari laman https://meldalialestari.wordpress.com diantaranya yaitu: 1. Picture and Picture, yaitu Strategi ini adalah strategi dimana guru menggunakan alat bantu atau media gambar untuk menerangkan sebuah materi dan menanamkan pesan yang ada dalam materi tersebut. 2. Numbered Head Together. Dalam strategi ini, hal yang ingin disampaikan adalah bagaimana siswa mampu menerima berbagai pendapat yang diterima dan disampaikan oleh orang atau kelompok lain, kemudian bersama, sehingga memunculkan pendapat yang paling ideal, atau bahkan tidak mendapatkan pendapat yang paling ideal. 3. Cooperative Script, yaitu sebuah strategi yang menarik bagi para siswa, karena siswa akan berbicara dengan lawan bicara secara langsung dan akan mendapatkan respons langsung dari lawannya. 4. Jigsaw, yaitu strategi pembelajaran yang berupaya untuk mendalami sebuah materi dengan memberikan sudut pandang yang bervariasi dari setiap siswa. Hal ini sangat menarik dan membutuhkan peran aktif maupun pemahaman yang baik terhadap materi yang akan dibahas. 5. Course Review Horray, yaitu strategi yang menyenangkan, karena siswa diajak untuk bermain sambil belajar untuk menjawab berbagai pertanyaan yang disampaikan secara menarik dari guru.

Keberhasilan penerapan strategi-strategi di atas akan melahirkan pembelajaran yang menyenangkan dan menghibur (edutainment). Tentunya untuk mendukung keberhasilan tersebut, tentunya tidak cukup hanya mengetahui definisi dari strategi-strategi di atas melainkan juga guru harus terlebih dahulu memetakan materi pelajaran yang dapat diajarkan dengan strategi tertentu. Jadi, kembali kepada komptensi seorang guru untuk memahami karakteristik strategi pembelajaran dengan materi yang akan diajarkannya, Cilacap, 6/12/20. (Pendidik:KhazimMahrur)