Opini  

MENANAMKAN SIKAP TOLERANSI DALAM KEBERAGAMAN PADA PESERTA DIDIK

Indonesia merupakan salah satu negara yang banyak memiliki keberagaman  suku, agama, budaya dan lain sebagainya. Dikutip dari laman detik.com yang bersumber dari laman Indonesia.go.id yang didasarkan pada data sensus BPS tahun 2010 jumlah suku di Indonesia mencapai 300 kelompok etnik dan tepatnya ada 1.340 suku bangsa.Demikian halnya dengan keberagaman agama yang ada di Indonesia. Ada 6 agama yang diakui di negara Indonesia yakni  Islam, Protestan, Katolik, Hindu, Buddha dan Khonghucu. Selain itu dari segi budaya, bangsa Indonesia memiliki keragaman budaya yang kita kenal dengan budaya daerah. 

Keberagaman tersebut harus disikapi dengan bijaksana. Kalau tidak akan menimbulkan permasalahan yang serius. Ancaman perpecahan merupakan suatu kenscayaan, bilamana kita jauh dari sikap toleran. Di lembaga pendidikan, sikap toleransi merupakan sistem nilai yang harus ditanamkan pada diri peserta didik. Sebab, lembaga pendidikan merupakan sarana strategis guna meredam faham-faham intoleran, bukan sebaliknya sebagai tempat yang subur untuk menyemai faham-faham intoleran tersebut. Bagaimana menanamkan sikap toleransi pada peserta didik? Tulisan ini akan menjawabnya.

Apa itu toleransi?

Secara etimologi, toleransi berasal dari bahasa latin, “tolerare” yang artinya sabar dan menahan diri.  Sedangkan secara terminologi, toleransi adalah sikap saling menghargai, menghormati, menyampaikan pendapat, pandangan, kepercayaan kepada antar sesama manusia yang bertentangan dengan diri sendiri. Toleransi juga dapat dimaknai sebagai sikap manusia untuk saling menghormati dan menghargai perbedaan, baik antar individu maupun kelompok.  Dengan statemen lain, toleransi dimaknai sebagai kesediaan hidup berdampingan secara damai dan saling menghargai di antara keragaman suku bangsa, agama, adat istiadat dan bahasa. 

Sikap intoleransi di Lembaga Pendidikan

Sikap intoleran dapat muncul kapan dan dimanapun, tak terkecuali di dunia pendidikan. Bahkan perilaku intoleran dalam menyikapi perbedaan ini merupakan salah satu dari sekian banyak permasalahan di lembaga pendidikan. Sikap intoleran di lembaga pendidikan dapat memunculkan permusuhan dan perpecahan.

Di antara sikap intolerasi di lembaga pendidikan terlihat dari sikap bullying, membeda-bedakankan teman yang berbeda agama, menghina, suka mengganggu dan perlakuan tidak adil kerap terjadi pada peserta didik. Sikap dan perbuatan demikian ini dapat mengganggu kenyamanan dan keamanan dalam proses pembelajaran.

Lembaga pendidikan memiliki amanat fundamental dalam menyelesaikan persoalan bangsa, salah satunya menyangkut kerukunan antar elemen masyarakat yang akhir-akhir ini sering ternodai. Sebagai sektor yang berperan menyiapkan generasi penerus, pendidikan menentukan wajah bangsa kita di masa yang akan datang.

Pentingnya Penerapan Sikap Toleransi pada Peserta Didik

Sikap toleransi penting ditanamkan sejak dini kepada peserta didik, khususnya bagi lembaga pendidikan yang memiliki peserta didik yang memiliki latar belakang suku, agama, ras yang berbeda-beda. Sikap toleransi penting untuk kita lakukan dalam menghadapi segala bentuk keberagaman dalam kehidupan. Perbedaan dan keberagaman ditemukan dalam berbagai lingkungan sosial termasuk lingkungan sekolah. Oleh karena itu, di sekolah juga perlu ditanamkan sikap toleransi dan saling menghargai satu sama lainnya sebagai bagian dari pendidikan budi pekerti dan supaya tercapai kerukunan antar siswa di sekolah.

Adapun sikap toleran yang perlu ditanamkan di lingkungan sekolah di antaranya yaitu: 1. mematuhi tata tertib dan peraturan sekolah, 2. Tidak mengenakan perhiasan, aksesori, atau mengenakan barang-barang mahal supaya tidak terjadi kesenjangan sosial antar siswa di sekolah, 3. Tidak membeda-bedakan teman, 4. Tidak mengejek atau berlaku kasar pada teman, 5. melakukan kegiatan piket sesuai jadwalnya, 6. tidak mengganggu teman yang sedang beribadah, 7. menghormati teman yang berbeda agama, 7. tidak membeda-bedakan suku, 8. Tidak memberi stereotip pada teman, 9. menghormati guru dan lain sebagainya.

Strategi Penanaman Sikap Toleransi pada Peserta Didik  

Strategi merupakan cara dalam menyampaikan materi pembelajaran. Dalam teori pendidikan, strategi merupakan salah satu komponen penting dalam sebuah proses pendidikan. Tanpa strategi yang baik dan tepat, materi tidak akan mampu dicerna dengan baik oleh peserta didik. Dengan kata lain, keberhasilan sebuah proses pendidikan, salah satunya dipengaruhi oleh strategi yang digunakan oleh guru. 

Dalam penanaman sikap toleransi, diperlukan strategi yang tepat.  Hal ini dimaksudkan agar proses pembelajaran dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Toleransi bukan hanya sebuah materi pembelajaran yang hanya dihafal dan difahami saja, tetapi tujuan yang diharapkan ialah bagaimana agar peserta didik mampu mengimplementasikan sikap toleransi dalam kehidupan sehari-hari. Jadi, dalam proses pembelajaran ini yang dibidik bukan segi kognitif (pemahaman) peserta didik an sich, melainkan juga segi afektif (rasa) dan psikomotorik (perilaku).

Salah satu strategi pendidikan yang digunakan untuk membentuk karakter siswa yaitu dengan model kisah. Melalui kisah-kisah yang disuguhkan dalam pembelajaran, bisa berupa kisah-kisah tentang kerugian-kerugian akibat sikap intoleransi yang disuguhkan dalam bentuk video atau yang semisalnya. Dengan cara ini, diharapkan peserta didik dapat memahami pentingnya sikap toleransi di tengah keberagaman. Dengan kisah ini pula diharapkan siswa dapat meresapi, menghayati dan berujung pada kesediaan melakukan sikap toleransi tanpa paksaan. 

Selain itu, strategi yang dilakukan ialah melakukan pembiasaan. Pembiasaan digunakan dalam hal yang berkaitan dengan aspek lahiriah dan batiniah. Sikap toleransi merupakan karakteristik yang melekat padanya kedua aspek tersebut. Melalui pembiasaan ini, peserta didik dilatih sedemikian rupa untuk terbiasa melakukan tindakan-tindakan yang mencerminkan sikap toleransi. Dengan demikian maka sikap toleransi akan terpatri pada jiwa peserta didik dan terejawantah melalui perilaku sehari-hari.

 Penulis : Khazim Mahrur, Zaenatul Fitriya, Istiqomah, Ismawati, Hasan Mufid (Guru MI Kec. Majenang Kab. Cilacap

Editor  : Samani, S.Sos