Opini  

Peta koalisi akan Berubah Pasca Ganjar Jadi Calon Presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan

Pasca penetapan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai calon presiden PDIP akan merombak peta politik saat ini. Kuatnya posisi serta daya tawar PDIP dan Ganjar bisa menjadi magnet untuk menarik partai lain.

Pencapresan Ganjar membawa sejumlah implikasi. Yang paling utama adalah perubahan peta koalisi. Saat ini sudah ada tiga koalisi parpol. Yakni, Koalisi Perubahan, Koalisi Indonesia Bersatu (KIB), dan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR). Dari tiga koalisi itu, semuanya masih punya peluang bergeser.

Jika melihat dinamika saat ini, KKIR yang paling mungkin berubah. Sebab, KKIR hanya terdiri atas dua partai, yakni PKB dan Gerindra. Komposisi itu dinilai tidak cukup kuat untuk melaju dan memenangi pilpres. Karena itu, PKB ataupun Gerindra punya peluang merapat ke PDIP.

Namun, Gerindra lebih punya beban jika memutuskan bergabung dengan PDIP. Sebab, cukup sulit bagi Gerindra menempatkan Prabowo sebagai wakil Ganjar. KIB juga punya peluang mengalami pergeseran. Apalagi, PAN dan PPP juga sempat mewacanakan untuk mendukung Ganjar.

Ada peluang bagi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto maju sebagai calon wakil presiden Ganjar.
Jika itu terjadi, maka KKIR maupun KIB akan bersatu dalam koalisi besar bersama PDIP. Dengan demikian, Pilpres 2024 hanya akan diikuti dua pasangan calon antara koalisi besar melawan Koalisi Perubahan dan Persatuan (KPP) yang beranggotakan Partai NasDem, Partai Demokrat, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang mengusung Anies Baswedan sebagai capres.

Sebenarnya, masih ada kesempatan terciptanya tiga paslon dalam Pilpres 2024. Hal ini dimungkinkan jika Sandiaga Uno yang telah merapat ke PPP disandingkan sebagai cawapres untuk Ganjar.

Kalau tiga pasang, kemungkinanya adalah Sandiaga dipasangkan dengan Ganjar, kemudian Erick Thohir disandingkan dengan Prabowo, dan Anies Baswedan sebagai capres dari koalisi perubahan dan pesatuan.

Prediksinya, dinamika politik masih akan berlangsung dalam satu sampai dua bulan ke depan. Dia tidak memungkiri terjadinya negosiasi sampai mendekati akhir pendaftaran bakal caprescawapres, karena mayoritas parpol yang tergabung dalam KKIR dan KIB masih ingin mengusung capres internal.

Selain peta koalisi, konsekuensi lain yang bisa terjadi adalah pergeseran nama capres menjadi cawapres. Sebelumnya, ada empat nama yang dideklarasikan sebagai capres. Yakni, Anies Baswedan dari Koalisi Perubahan, Airlangga Hartarto diusung Golkar, Prabowo Subianto ditetapkan Gerindra, hingga Muhaimin Iskandar oleh PKB. Dengan keberadaan Ganjar, beberapa nama yang semula dimunculkan sebagai capres akan turun menjadi cawapres. Sebab, tidak mungkin semua nama menduduki posisi capres.

Beberapa nama yang sebelumnya dicapreskan oleh koalisi bisa digeser menjadi calon wakil Presiden pada pemilihan Presiden 2024, karena peta koalisi akan berubah dan dinamika perpolitikan nasional akan semakin dinamis. (Red 01)